Pluviothentic

www.storydecember.blogspot.com
Here lies the rain of my days, and the roots of who i am.
About Me
Hanya kumpulan tulisan otentik milik seorang pecinta hujan yang kebetulan senang blogging.
                  Bidadari tak bersayap datang padaku
                     Dikirim tuhan dalam wujud wajah kamu
                     Dikirim tuhan dalam wujud diri kamu

Penggalan lirik lagu Bidadari tak Bersayap karya Anji itu terus berputar-putar dalam benakku selama beberapa hari ini. Cukup untuk menggambarkan kamu wi.

Satu minggu, dan belum ada perubahan. Berbagai bentuk rasa khawatir, kini menjadi anxiety yang tak bisa ku hilangkan. Bahkan hujan di sore ini pun terasa seolah memberitahukanku sesuatu yang ku harap takkan pernah terjadi.

Widya A.S, atau yang lebih senang ku panggil Wia. Seorang wanita yang menjadi motivasiku bergerak selama beberapa tahun belakangan ini. Wanita sempurna yang kini pasti akan kuperjuangkan bagaimanapun sulitnya.

“Jangan berfikir, apa yang kau ambil adalah langkah terbaik. Percuma jika setelahnya kau menyesal. Takkan merubah apapun.” Dini hari itu aku diomeli oleh kembaranku, sebut saja namanya Grin. Dia bilang, aku nya saja yang terlalu bodoh, karna bertindak tanpa berfikir.

Aku tahu. Bahkan sangat tahu aku rasa. Tapi ketika aku bertindak, kinerja otakku menurun dibawah tekanan emosi.

Aku tahu hal itu tak bisa diperbaiki. Tak ada satu hal pun yang bisa dilakukannya untuk mencuci kesalahan yang begitu fatal. Ini bukan kali pertama kebodohanku mengambil alih langkahku. Bukan berarti aku tak belajar dari masalalu. Ini bukan lagi perkara belajar atau tidak, ini perkara seberapa tenang aku untuk mengambil keputusan. Dan aku tak setenang itu twin.

Sudah dua minggu ini, warga Pekanbaru mulai banyak mengeluh. Hujan yang mengguyur, menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Harus ku akui, aku sangat bahagia atas hujan yang turun, namun aku juga agak kasihan melihat mereka yang pada akhirnya terkena banjir.

“Hujan gini, biasanya bakal jadi musim kawin.” Ujar salah satu makhluk-makhluk abstrak yang bergerak disekitarku. Hahaha *Peace, Bro*

Daaaaan, HOIII! Bener ternyata! Satu persatu teman-teman seangkatan mulai menikah. Saling sahut-sahutan. Bulan ini si A, bulan depan si B, lanjut si C, dan seterusnya.

Selamat untuk teman-temanku, Andri Iswandi, Niko Andrian, Ayudia Kamiko, Firadika, Sheila, dan lainnya yang gak bisa disebutin semuanya.

"Kehilangan bukanlah suatu hal yang aneh dalam setiap perjalan hidup seseorang."

Yap, aku setuju akan hal itu. Dan dibalik semua kehilangan akan selalu ada pertemuan. Seperti apa yang saat ini kamu rasakan, Ms. Rain. Aku sudah tidak bisa seenaknya lagi mengklaim “My Rain” terhadap dirimu. Semoga bahagia disana. Begitu juga untuk diriku, semoga aku juga bisa bahagia disini.

Lama tak kusentuh keyboard laptopku ini, debu menumpuk, bahkan terasa sangat sulit untuk dibersihkan. Salah siapa? Tentu ini merupakan salah game online yang ku mainkan. Hahaha –Mulailah menyalah-nyalahkan-

Dan setelah lama, ternyata blog ini kembali menjadi pelarianku untuk menumpahkan semua rasa kesal, dendam, dan sakit hatiku.