Pluviothentic

www.storydecember.blogspot.com
Here lies the rain of my days, and the roots of who i am.
About Me
Hanya kumpulan tulisan otentik milik seorang pecinta hujan yang kebetulan senang blogging.
Fufufu... Finally, I can breath again!

Berhubung aku udah mulai ngampus kembali –setelah sekian lama menganggur, aku jadi rajin banget bangun pagi. Damn, it was awesome! Tidur jam 3 dini hari, dan harus kembali membuka mata jam 5.30 pagi, itu menyebalkan! Yang lebih menyebalkannya lagi adalah keharusanku untuk berhadapan dengan makhluk-makluk -yang menurutku, gak berotak.

Tapi meskipun begitu, aku tetep bisa tersenyum senang beberapa hari ini, dikarenakan Pekanbaru sudah memasuki musim penghujan. Hahaha

Kenapa aku senang?? Itu karna aku sangat suka hujan. Aroma petrichor yang kusebut sebagai aroma kegalauan akan menyeruak keluar dari dalam tanah, dan memanggil kembali kenangan-kenangan –baik itu indah maupun kenangan pahit. Asyik, kalimatnya.. Ya Allah..

“Some people feel the rain.
Others just get wet.”
-Bob Marley-

Beberapa orang merasakan hujan, sementara orang lain hanya merasa basah. Begitulah kata Bob Marley.

Yapp, itu benar... Ketika orang-orang hanya merasakan tubuhnya basah karna diguyur hujan, Ada beberapa orang –termasuk aku- yang merasakan suatu sensasi berbeda, dan senang bermain dibawahnya. Mereka disebut Pluviophile, a lover of rain –sang pecinta hujan.

Pluviophile adalah sebuah sindrom, dimana pengidapnya akan merasakan sangat nyaman, dan pikiran mereka sangat damai ketika hujan turun.

Sama kaya’ malam ini, saat aku lagi nulis isi blog yang gak penting ini, hujan masih setia membasahi tanah pekanbaru. Membantuku untuk lebih rileks dan nyantai.

After a long time, akhirnya malam ini aku putuskan untuk nulis tentang Pluviophile. Kenapa? Karna akibat postingan-ku yang kemarin, ada teman yang akhirnya nanya, “Apa sih Pluviophile itu?”

Heran. Masih ada aja orang yang megang smartphone super canggih dan dia gak gaptek, tapi gak mau searching di internet tentang sesuatu yang gak dia pahami. Ini, dia yang malas, atau cuma nyari alasan buat bisa nge-chat aku? –Ya Allah, overconfidence.

Pertama kali aku tau istilah pluviophile itu dari ketidaksengajaan. Aku gak sengaja nemu artikel itu waktu lagi nyari materi pembahasan mengenai siklus hujan, kelas 2 SMP. Katanya -dalam artikel itu- para pluviophile tak begitu menyukai terik matahari, suka hujan-hujanan, suara hujan terdengar seperti alunan melodi yang menenangkan, dan sangat menyukai aroma setelah hujan. Akhirnya aku pun menyadari bahwa aku juga termasuk golongan pecinta hujan.

Bagiku, saat hujan, aku bisa lebih nyaman, dan mendapat banyak inspirasi. Biasanya kalau udah hujan, aku bakal nikmati suara rintik hujan dengan segelas kopi hangat, buku dan musik instrumental –terutama karya Yiruma.

When it rains, para pluviophile itu akan sama seperti katak. Mereka akan merasa sangat bahagia. Seakan berdansa dengan orang yang mereka cintai, dia dengan semangatnya akan bermain dibawah derasnya guyuran hujan. Tanpa peduli apapun, dan siapapun. Seluruh stress yang ada pun akan memudar begitu saja, seolah dicuci olah air hujan. 
Categories:
Yuhuuu~~~ Kabar lu baik kan, brother? Jangan salahin gue karna lagi-lagi gue bakalan bahasin kalian satu persatu –mau itu kebaikan, maupun keburukan kalian-, karna kalian seolah meminta gue untuk menulisnya disini. Hahaha *peace*

Gue ini orangnya suka banget cerita tentang apapun itu. Sampai beberapa teman gue pernah bilang kalau gue ini bermulut ember. Hahaha, selow bro! Gue cerita dimari juga gak pake nama kalian kok.

Hampir secara keseluruhan temen-temen gue itu keren. Cuma gue doang yang kagak mah. Bahkan salah satu diantara mereka merupakan pangeran berkuda putih dimata cewek. Kita sebut saja namanya Donquixote, dan panggil saja DONI. Hahaha
Huaaah, Februari tiba!! –TELAT-

Yak, Februari sudah berjalan selama lebih dari 2 minggu, ntah kemana gue selama ini sampai baru sadar sekarang, haha. Dah 2 bulan aja gue gak nulis. Honestly, gue kehabisan bahan untuk postingan. Jadi kalau punya kritik dan saran, please komen guys atau kalian bisa contact gue langsung di e-mail.

Februari ini identik dengan yang namanya cinta, karna bertepatan dengan hari kasih sayang atau yang sering disebut valentine day. Gue gak begitu tau apa itu valentine day, dan gak pernah ngerayain juga. Bagi gue tiap bulan itu sama, kecuali desember yang agak spesial. Dan bagi gue, nunjukin kasih sayang pada pasangan itu gak cuma harus di valentine day doang, tapi harus ditunjukkan setiap hari. Setiap orang punya caranya sendiri untuk mengekspresikan tanda sayangnya, jadi bagaimanapun cara kalian menunjukkannya, no problem, just be yourself.

Kalo ngomongin soal kasih sayang atau cinta, gue sering kali merasa aneh ngelihat orang yang lagi jatuh cinta. Most of them, sering kali berusaha keras untuk memahami pacar atau calon pacar mereka. Apalagi bagi mereka yang jatuh hati pada orang yang belum dia kenal sama sekali. Mulai dari nyari tau nama orang itu, alamat doi, nomer telpon, pin BBM, LINE, Facebook, Path, Instagram, ukuran sepatu, ukuran bra--- oops, sorry, yang terakhir lupain aja. Sampai-sampai ada beberapa diantara mereka yang sampai jadi maniak, dan jadi stalker, mulai dari stalking media sosial doi, sampai stalking cewek yang dia suka setiap hari, kaya’ psycho.


Oh, come on guys, stop it! Kalau kalian emang suka, jangan malah minta kenalan via orang lain, tapi datangi wanita menakjubkan itu dan ajak dia kenalan dengan cara yang gentle, dan elegan –Cih, ngomong apaan sih gue-. Gue yakin wanita lebih suka seorang laki-laki yang gentle dan berwibawa, tapi jangan jaim juga –just my opinion.


Memahami pasangan memang bukanlah hal yang salah, bahkan itu sangat bagus. Agar kita tau apa yang tak boleh kita lakukan agar hubungan terus berlanjut dan minim perkelahian. Namun, sebelum kalian memahami pasangan, akan lebih bagus kalau kalian memahami diri sendiri terlebih dulu. Kita dengan semangatnya mencari tau tentang seseorang yang membuat kita tertarik, tapi kenapa tak sesemangat itu saat mencari tau dan belajar memahami diri sendiri? Bukankah hal itu lebih penting untuk saat ini, selagi kita masih muda?

Pernah gak nyoba nanya ke diri sendiri, “gue ini siapa ya?”. Ya gak lah, ntar malah dikira gila –ya, tanya nya dalam hati aja, dodol-.

Sesekali coba luangkan waktu untuk diri sendiri, untuk lebih mengenal diri kita sendiri, Untuk lebih mengetahui “siapa aku, apa kekurangan dan kelebihanku”. Pasti akan timbul pertanyaan dalam hati kalian “Apa sih untungnya mengenal diri sendiri, aku ‘kan udah kenal diriku sejak kecil”. Sejak kalian kecil yang kalian kenal itu bukan DIRI kalian, tapi IDENTITAS kalian. Dengan mengenal diri sendiri, kita bisa mengeluarkan potensi maksimal yang ada dalam diri kita dan juga kelemahan yang ada didalamnya. Seperti, apa bidang yang sangat mudah untuk kita kuasai, apa yang jadi ciri khas kita, apa hal yang kita tidak bisa dilakukan dengan baik, dan bahkan style apa yang akan membuat fisik kita terlihat menarik.

Jadi bagaimana kita bisa mengenal diri kita sendiri?

Banyak cara agar kita bisa lebih memahami diri sendri. Bisa secara visual (apa yang terlihat), perasaan, dan juga pikiran. Memang sih, mengenal diri sendiri juga gak mudah, tapi itu sangat bermanfaat –kata teman dekat yang seorang guru bp-. Gue juga belum yakin gue udah kenal sama diri gue sendiri, gue masih dalam proses, hehe.

Yang gue kenal dari diri gue, gue sangat mudah memahami bidang yang terkait dengan komputer, gue juga orang yang mudah merasa kasihan, tapi gue pembangkang, cepat terpancing emosi, dan punya banyak minat.

Ada sebuah artikel yang gue baca, judulnya 5 langkah mengenal diri sendiri. Mungkin ini juga bisa membantu kali.

1. Ambil sebuah kertas, dan lipat jadi 2 bagian.
2. Buka lagi lipatannya. Pada sisi kiri isi 10 hal positif yang kamu miliki (baik berupasikap, karakter, sifat, perilaku, fisik, atribut yang kamu miliki, dll). Lebih bagus lagi kalu bisa lebih dari 10.
3. Sementara pada sisi kanan isi hal negatif tentang dirimu.
4. Setelah selesai, berdirilah didepan cermin, dan amati dirimu dengan sangat serius.
5. Sekarang tulis hal positif yang terlihat olehmu dicermin itu, kalo nemu hal negatif, abaikan aja dulu. Lanjutkan mencari hal positif sampai selesai.

Nah, kelima hal itu katanya (di www.konsultasipsikologi.icbc-indonesia.org) dapat membantumu mengenal diri sendiri. Selamat mencoba dan semoga kalian bisa lebih mengenal diri.

Jujur aja ya, gue bikin postingan ini karna gue lagi dalam masa jomblo akut aja. Coba kalo gue dalam masa pacaran, gue yakin gue gak akan kepikiran soal ini, karna gue udah sibuk berusaha mengenal dan memahami pacar gue, hahaha. Kalo ntar gue punya pacar dan baca postingan ini, gue pasti ngerasa kesel sendiri.

Yosh! Itu tadi postingan yang SOK DEWASA dan SOK BIJAK dari gue. tungguin postingan lainnya ya, itu pun kalo ada yang baca artikel ini.
Categories: