Panas menemani siang Pekanbaru dengan sangat semangat dan menyengat, lalu akan didinginkan kembali oleh hujan pada malam harinya.
Waktu terasa berjalan begitu lambat untukku sejauh ini. Kehilangan dirinya masih saja meninggalkan luka yang sangat dalam. Dan hal-hal tak terduga pun terjadi. Orang yang selama ini ku percaya akan berada pada pihakku, muncul kepermukaan menjadi seorang villain dalam cerita kecilku. Aku tak tahu ingin merespon semua ini dengan cara apa. Tapi itu membuatku mengerti, selain diriku, dan 4 manusia absurd yang setiap hari menemaniku itu, tak ada manusia yang bisa ku percaya. Terima kasih untuk kalian, Fikri, Bobby, Master Rudy –yang diawal, ngotot nyuruh aku mempertahankan-, dan Hamid –seorang veteran perang. Satu-satunya yang memintaku untuk mundur, dengan alasan pengalaman bertempurnya-.
