WHAAAAY!! Selamat datang Desember! Selamat datang di bulan putih yang dingin, dimana seluruh isi blog ini bermula dan bercerita. Hari besar ditiap tahunnya. Malam ini seakan ingin mengucapkan do'a terbaiknya untukku, hujan turun menemani. Senang sekali rasanya. Hi, Rain, thank you!
Berapa usiamu hari ini? Lelah? Penuh suka cita?
TENTU, tua sudah di hari ini.
Lelah? Lumayan, semua juang dan perubahan di akhir 2019 hingga awal 2020, harus lebur dan mengendap kembali dipertengahan tahun, karena satu dan beberapa hal yang merupakan kesalahanku sendiri. Tapi, aku akan bertanggung jawab. Mari kita coba lagi, jangan tunjukkan bahwa kamu menyerah.
Dan, aku bersuka cita sepenuh hatiku saat ini. Wisuda, yang ntah bagaimana, dihelat pada Desember ini, yang dengan tertatih luar biasa dapat terpenuhi. Masalah keuangan, dipersulit PA sendiri, di khianati rekan, di asingkan kelompok. Berat, tapi terlalui dengan sangat baik! Luar biasa kau, Pluviophile Bangir! Kita sampai juga di penghujung masa ini, meski masih banyak juang yang harus diteguhkan.
Campur aduk. Rasanya aku menjadi kuda hitam dalam cerita kali ini. Banyak pasang mata yang menyangsikan aku akan memijakkan kakiku ditempat terhormat itu tahun ini. Melihat bagaimana banyaknya permasalah yang harus kuhadapi, aku pun kaget aku bisa sampai dengan baik di tempat ini, saat ini.
Lihat! Aku jauh dari kata tersentuh! Angkuhku pun belum memudar, dan tetap utuh!
Menua. Aku tau. Hari ini bukan menjadi perayaan saja, tapi juga peringatan. “Bangir, kamu menua!” teriak Ivanna, sepasang bola mata hitam indah itu menatapku lekat dengan senyum bungah bak bulan sabit melengkung dari bibirnya.
Aku tau, aku menua. Harusnya kamu juga sudah mendapat teman seumuran denganmu dariku ya, Ivanna. Tenang, kelak, jadilah kakak yang baik untuknya.
Untuk saat ini, mari menahan diri dari jajan, dan memanjakan diri dihari ini. Setelah semua selesai dan kembali normal, mari kita puaskan tanpa ada catatan peringatan yang meledak saat kita lepas kendali. Karena, rugi rasanya bila memanjakan diri hanya setengah-setengah saja. Seolah ada monster yang akan memakan kita jika kita berlebihan.
Banyak yang harus diubah dan diatur kembali jadwalnya. Banyak juga rencana besar yang harusnya dilaksanakan tahun ini, tidak dapat terpenuhi. Mau tak mau harus ikhlas juga untuk itu. Aku akan terus memperbaiki apa yang layak diperbaiki, merubah apa yang harus diubah, menghapus apa yang jadi parasit, dan memelihara apa yang unik.
Aku sudah semakin dekat dengan kematian, itu yang wajib aku ingat. Bukan lagi masa untuk mencanangkan kemewahan, tapi sudah masuk fase dimana aku harus dengan bijak memilih batu pijakan yang tepat. Bahagia sekali rasanya, masih sehat, dan kuat, serta memiliki kesadaran dan mental yang bagus hingga hari ini.
“Har, selamat hari aids sedunia. Ah maksudku, selamat ulang tahun Tuan yang tidak bisa berada dikeramaian terlalu lama.”
Ya, benar, selamat menua untukku. Semoga secepatnya bisa mengikhlaskan Ms. Petrichor, sang Ratu tanpa Sanggah itu, yang dengan bodohnya masih kupuja dan kuharapkan kembalinya!
