Pluviothentic

www.storydecember.blogspot.com
Here lies the rain of my days, and the roots of who i am.
About Me
Hanya kumpulan tulisan otentik milik seorang pecinta hujan yang kebetulan senang blogging.
Setelah penantian yang panjang, akhirnya liburan pun dimulai. Ini rasa jenuh sudah menumpuk. Mengingat bagaimana nilai yang akan memburuk dipenghujung semester ini. Terlebih, tuntutan atas ini itu yang juga ikut meninggi. Aku hanya manusia biasa dengan 2 tangan, 1 mulut, 2 telinga, dan lain-lain selayaknya manusia normal pada umumnya. Jadi, ya mungkin juga hal wajar, saat demand meningkat, kejenuhan juga membludak.

Kalian mungkin ada yang sama sepertiku. Menjadi anak pertama dan tunggal laki-laki. Bagi sebagian orang tentu itu menyenangkan, tunggal laki-laki, it means, you can get what you want. Benar sih. Tapi tidak selamanya. Hanya menjelang kamu menginjak SMP. Lebihnya, berusahalah sendiri. Dan saat kau mendapat apa yang kau inginkan dengan usahamu, orang tua masih akan menganggap itu berkat campur tangannya. Benar juga. Uang jajan yang kamu tabung saat itu semua adalah pemberian mereka. 

Menjadi seorang anak pertama, terlebih laki-laki, menyebabkan banyaknya tanggung jawab yang harus dipikul. Terutama jika ada yang terlihat bermasalah terhadap adik-adikmu. Jika mereka melakukan suatu kesalahan, maka yang akan diuber pertama kali, adalah si anak pertama, dengan tuduhan klasik “Kamu yang telah memberikan contoh!” Ya allah, begitulah deritanya si anak pertama. Padahal si adek cewek semua, gak mungkin juga main rumah-rumahan sama mereka, buuu.