Welcome Desember, where’s every story began for me. Awal Desember yang cukup menyenangkan. Hampir seharian mendung, dan hujan ringan. Awalnya sih semua baik-baik aja, tapi ntah kenapa ba’da ashar malah jadi moody banget. Tapi ya udahlah, everythings gonna be fine.
Bagiku pribadi, desember adalah yang terbaik, meskipun nanti mulai dari tanggal 20-an akan ada beberapa hal yang bakalan memburuk walaupun selama beberapa tahun yang lalu seolah kutukan itu dibawa pergi. Tapi aku jadi paranoid lagi takut-takut kutukannya kambuh. Hahaha. Udah kaya’ penyakit aja pakai acara kambuh.
Payah betul nak bekisah belakangan ni ye. Cakap sikit je pasal ni, sebenarnya, ni semua ulah rancangan usulan penelitian lah niii. Tak dikerjakan, tak boleh nak skripsi. Betul juga cakap budak-budak tu diawal hari kat saye malam tu –kalau tak salah lepas kami ngumpul cecerite. Kampus ni, mula-mula masuk je murah, lepas tu, gawat. Disuruh bayar ini itu, mesti pakai ilmu katak, pas ingat, langsung lah melompat. Dikasih waktu 5 hari je untuk lunaskan. Belum lagi benta lagi dia minta uang wisuda, kalau macam ni terus, mati jantungan lah ni. Tekejut sebab batas seminggu nak bayar 15jt. Perlu kau tau ni pihak kampus, nak ngepet pun butuh waktu. Ape lagi kami yang dapat duit dengan cara normal macam ni, mesti lebih lama lagi baru nak dapat duit.
Baiklah. Aku kini mulai sadar, bahwa aku adalah orang yang sangat spesial. Sang Awal di Akhir. Hari ini, juga merupakan tanggal favorit dalam hidupku. Awal di akhir, tanggal pertama di penutup tahun. 1 Desember. Selain ditetakan sebagai hari AIDS sedunia, pada hari ini juga tercatat sebagai hari kelahiran Raja Louis VI dari Prancis, dan Tyler Joseph sang vokalis Twenty One Pilots, serta hari dimana Portugal kembali merdeka dari Spanyol (1640).
Yap, hari ini juga menjadi hari kelahiranku –yang bukan siapa-siapa sebenarnya. Tapi aku lebih senang menyebut bahwa aku lahir pada 27 Jumadil Akhiroh. Masih belum tanggalnya. Masih jauh banget.
Selain lahir pada awal di akhir. Aku menjadi anak pertama dalam keluargaku sekaligus anak laki-laki terakhir mereka –hal ini menjadikanku kembali sebagai awal dan akhir. Hal ini tentu saja membuat ayahku sangat sering memanjakanku. Melihat hal ini aku menjadi merasa sangat-sangat luar biasa. Itu mungkin sebab mengapa secara tak sadar nick yang aku ambil adalah Hara, awal dan akhir nama (HArry putRA).
Semakin kesini, rasanya semakin akrab dengan tuntutan, terlebih dari adik kesayanganku, Nindy. Ucapan selamatnya kini mulai diiringi desakan “AKU INGIN PUNYA KAKAK IPAR, DAN AKU JUGA PENGEN PUNYA KEPONAKAN, SEGERA!”. Ya ampun, anak ini terkadang tidak tau betapa sulitnya hal itu untuk saat ini, setelah semua yang telah kulalui.
Kukira, layak bagiku untuk meragu. Bahkan meski aku siap, belum tentu lawanku akan siap. Ini bukan seperti saat aku akan bertarung, yang mana, siap atau tidaknya lawanku, bukan hal yang harus dipikir. Tentu ada hal yang mestinya dipikirkan dengan matang. Terlebih, abangnya ini, masih harus berjuang sendirian dengan skripsinya. Ujung tiang semangat yang dipaksa patah itu, sudahku perbaiki perlahan, kuikat kuat meski tau pasti nantinya akan patah lagi. It’s okay, nobody will help you to get your crown, so kick’em out, enjoy the game.
Nanti-nanti kalau udah nyamanan dikit, sambung lagi. Banyak hal yang terpending saat ini. Sekarang otak dulu pentingin. Cukup hati yang patah, otak jangan. Gak selesai ntar ini studi. Gak terpakai tanjak dan songket itu nanti. Hahaha.

0 komentar:
Posting Komentar