Hari minggu itu, ku scroll tetikus laptopku sampai berakhir didasar halaman web yang membagikan banyak artikel tentang fountain pen, hanya untuk mencari tahu, apa kesalahan yang terjadi pada ujung Nib pena lamaku, hingga tidak bisa mengeluarkan tinta. Dan hasilnya nihil. Aku pun harus merogoh dompet untuk menggantinya dengan pena baru. Karna sepertinya hanya itu solusi yang ada. Argh, menjengkelkan.
Letih mencari cara untuk memperbaiki, kualihkan pandangan pada deretan bookmark yang berjejer panjang pada bookmark bar chrome-ku. Mencari salah satu website penyedia manga haram untuk melepaskan kekesalanku. Namun, ada satu bookmark yang marik perhatianku. “Mad Thought~” dengan dua strip bertuliskan “Rain”. Ingatanku mulai menelusuri banyak memori tentang seorang wanita yang beberapa waktu lalu, merayakan ulang tahunnya yang ke-23 tahun itu. wah, sudah jadi tua dia ternyata. Haha, jika kamu membaca tulisan ini, kumohon jangan marah.
Kulihat, postingan terakhir blog itu. Sudah sangat lama ternyata kamu tidak menulis ya, Nona. Padahal, membaca tulisanmu selalu menjadi kegiatan yang mengasyikkan. Mengingat bagaimana kamu menggambarkan banyak hal dengan cara yang cukup menarik.
Kulihat, postingan terakhir blog itu. Sudah sangat lama ternyata kamu tidak menulis ya, Nona. Padahal, membaca tulisanmu selalu menjadi kegiatan yang mengasyikkan. Mengingat bagaimana kamu menggambarkan banyak hal dengan cara yang cukup menarik.
Terkadang aku iri padamu. Dengan umur yang lebih muda dariku, caramu berpikir lebih unggul jauh.
Beberapa bulan ini banyak problem yang menghampiriku. Seakan-akan tiada ujungnya. Dan yang kulakukan 70% hanya mengeluh. Padahal aku sendiri paham, mengeluh takkan merubah apapun. Yang kamu lakukan saat itu adalah menasehatiku. You’re the Hero!
Masih kuingat apa yang kamu katakan hari itu, “I’m really sorry to hear apa yang menimpa kamu. Ikhlas aja, nanti pasti datang ganti yang lebih baik.”
Disaat aku merasa, semua orang mulai menjadi musuhku, kamu datang tanpa meyakinkan apapun. Tapi aku langsung berpikir “Maybe, everyone’s becoming my enemy right now, except you!” Yap, kecuali kamu, Tieya Aulia. Buktinya kita terus berbincang, dan kamu terus membuatku tertawa –ya, walaupun terkadang juga cukup menjengkelkan. Saling berbincang, berbagi cerita senang dan tentang problem masing-masing.
Kadang tempat tinggal yang dipisahkan lautan dan jarak ribuan kilometer ini memang menjengkelkan. Kita tidak bisa tertawa lepas saling bertatap muka. Kamu di Bandung, akunya di Pekanbaru. Dan lucunya, meskipun aku kesana, kita tetap saja tak bertemu, karna aku kesana dalam agenda kerja. Haha.
Hei... Nona Tieya Aulia. Kuharap apapun yang terjadi, hubungan kita akan selalu baik seperti ini. As you said before, You are one of my precious people. Jangan bosan berbagi dan menasehati. Semoga hari-harimu dipenuhi ketenangan, dan kebahagiaan disana.

0 komentar:
Posting Komentar