Pluviothentic

www.storydecember.blogspot.com
Here lies the rain of my days, and the roots of who i am.
About Me
Hanya kumpulan tulisan otentik milik seorang pecinta hujan yang kebetulan senang blogging.
Tieya Aulia. Oukai. Mari kita bercerita sedikit tentang wanita yang pernah berkuliah di jurusan Ilmu Komunikasi sebuah Universitas yang cukup ternama di Jawa Barat ini. Jika ditanya tentang siapa yang membuatku memantapkan niat untuk berkuliah, tentu saja jawabannya tidak lain adalah wanita yang cukup luar biasa itu. Nona yang kini sudah melarikan diri dariku. Hahaha. Sementara Tieya Aulia, adalah orang yang mendorongku untuk melompat menuju dasar jurang Ilmu Komunikasi. Thanks to her, sekarang aku punya cara yang luar biasa untuk berargumen –dan mematahkan argumen basah setiap orang, jika aku ingin. 

Lalu siapa Tieya Aulia?

Mbak yang satu ini, mungkin lebih akrab disapa Neng Tya. Sementara aku, lebih senang memanggilnya “Si Manja”. Loh, kenapa? Ntahlah, aku senang saja memanggilnya begitu. 

Dulu, dia adalah orang yang mengisi hariku. Pacarku. Tapi dulu. Haha. Bahkan LDR-an yang berasa antar negara itu pun tidak terlalu menjadi masalah. Tapi lagi-lagi, ada alasan yang mengharuskan kami berpisah. Simple-nya, bukan karna ketidak-cocokan, tapi mungkin lebih karna adanya rasa ragu walau hanya sedikit. Kemudian dia mulai menyusun cerita baru dengan orang yang baru. Begitu pula aku –walaupun berakhir sedikit tragis dan dramatis. Cih, hahaha. 

Meskipun masing-masing dari kami sama-sama menjalani kisah baru dengan manusia baru, tak membuat komunikasi kami putus begitu saja. Kami terus saling menyemangati –meskipun pada awalnya masih ada rasa harap. Bahkan tak jarang, teman-temanku yang tau tentang kami berkata bahwa aku bisa terlibat masalah jika terus seperti itu. Mereka menduga aku berusaha merusak hubungan orang lain. Atau disebut sebagai orang paling tak bersyukur hahaha (mengingat saat itu aku baru saja menjalin hubungan dengan si Nona –yang namanya tak perlu kusebutkan itu). 

Ada rutinitas menarik yang dulu kami lakukan –kini sudah tidak. Dimana kami menulis postingan diblog masing-masing yang terkadang balasan untuk postingan yang dia atau aku tulis. Ah... aku merindukan masa itu. Tak selamanya kami bisa berkomunikasi via social media, atau telponan. Kami sama-sama memiliki kesibukan. Sehingga, postingan blog terkadang jadi sarana yang baik untuk memberitahukan keadaan masing-masing. Itu sebabnya, menulis di blog kusam ini jadi begitu menyenangkan buatku. 

Tapi semua kesenangan dan kebiasaan itu menghilang sejak negara api menyerang, dan merenggut segalanya. Hahaha 

Kami saling kenal melalui sebuah grup social media. Dekat dan akrab sejak tahun 2015-an. Jika digambarkan sebagai dunia kampus, maka dia adalah seniorku. Sementara aku, junior yang duduk didewan eksekutif. Sehingga, aku leluasa jika ingin lakukan sesuatu. Jabatan ini juga yang kumanfaatkan untuk mengenalnya –walaupun kedekatan kami sendiri diawali oleh sebuah insiden tak terduga. 

Pada akhirnya, aku memisahkan diri dari grup itu. Ntah apa alasannya pada saat itu, aku juga sudah lupa. Tapi aku tak pernah berhenti untuk berkomunikasi dengan wanita yang sangat menyukai Baymax Big Hero 6 dan selalu suka potongan rambut sebahu ini –satu-satunya hal yang tak kusukai darinya, karna wanita lebih mempesona dengan rambut panjangnya. 

Apa yang membuatku menulis tentangnya kali ini? Beberapa waktu yang lalu, aku harusnya berangkat ke bandung, tapi karna satu dan lain hal, terpaksa dibatalkan. Saat itu aku ingat, dia sudah pindah dari Garut (tempat tinggalnya lama) ke Bandung. Kupikir “Eh.. kalo jadi berangkat, bisa langsung ketemu, tanpa harus berangkat sana sini lagi dong.” Dan sayangnya, batal. Kucoba buka blog miliknya. Dan seperti yang kukatakan sebelumnya. Dia sudah lama tak menulis. 

Balik ke dia... 

Tanpa kusadari, dia menjadi hal berharga untukku. Pernah suatu hari, kampusnya mengadakan acara –acara apa ya itu? aku lupa. Pokoknya di acara itu mereka melakukan sejenis penggalangan dana dengan menjual bunga dan akan diserahkan kepada siapapun yang ingin kita tuju, lengkap dengan kartu ucapan yang bisa kita isi sesuka hati, dengan syarat, orang yang dituju merupakan mahasiswa kampus tersebut. 

Saat itu kupikir, “Ah, chance ­nih. I can tell her, how much she mean to me.” Aku bukanlah pria romantis. Sehingga, ketika aku memesan bunga itu, aku merasa malu, dan gugup yang teramat sangat. Padahal dia takkan melihatku, dan bukan aku juga yang akan memberikan kepadanya secara langsung. Sialan, aku baru sadar, sepengecut itu aku ternyata. Hahaha 

Saat bunga itu diterimanya, dia menghubungiku. Mengirim foto dirinya yang sedang memegang bucket bunga krisan putih. “Makasih, I love it.” Ujarnya, seketika membuatku terlonjak bahagia. 

Dia adalah orang yang paling dekat denganku, menurutku. Meskipun jauh dalam hal jarak. Hingga saat ini dia masih tetap mau mendengar celotehanku. 

Masa itu sudah terlewati jauh. Bahkan beberapa waktu lalu, saat kuhubungi, dia berkata, bahwa dia sudah memutuskan untuk memvakumkan diri dari blog. Sekarang blog itu menjadi “Abandoned Place” yang masih menyimpan nilai keindahan sendiri untukku. Tinggal aku sendiri yang menulis. Atau mungkin sebentar lagi aku juga akan vakum. 

Kami masih terus berkomunikasi, walaupun terbatas, dan hanya melalui chat whatsapp. Tapi aku cukup senang, karna dia masih meluangkan waktu untuk mendengarku bercerita, atau untuk bercerita balik tentang harinya, meskipun dia mungkin juga memiliki segudang kesibukan lain. 

Semoga selalu bahagia ditempat baru, dan dengan pola hidup yang baru, Manja. Eh bukan semoga, tapi harus! 

-HARA-

0 komentar:

Posting Komentar