“ 去っていったアンタなんかは,バイバイバイ
って言いたいけど言えないのは,なんで?なんで?
アンタなんか見たくないのさ永遠に
って言えたけど思ってないのは なんで?なんで ”
⌠Kau pergi meninggalkanku, ya sudah bye bye!
Itu yang ingin kukatakan, tapi kenapa tak bisa kukatakan?!
Aku tak ingin melihatmu lagi untuk selamanya!
Itu yang aku katakan, tapi hatiku merasa sebaliknya, kenapa?!⌡
~ ONE OK ROCK – Etcetera ~
***
Kepadamu ini kudedikasikan. Mulut dan pikiranku masih saja tidak bisa bergerak sejalan dengan hati. Seolah mereka tengah berperang dan enggan untuk berdamai.
Pikirku, jika aku menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan teman-temanku bisa terus membuatku lupa akan dirimu. Nyatanya, yang terjadi malah sebaliknya. Tingkah usil mereka malah lebih sering memaksaku untuk mengingatmu. Ntah apa alasan mereka. Namun, Mr. Fasco mengatakan “Membuatmu bercerita tentang dia, adalah hal yang luar biasa konyol, setengah pembahasan berisi caci maki, tapi tetap saja ada puji yang terpatri.”
Akibatnya, sudah hampir 2 minggu ini, aku lebih banyak menghabiskan waktu diluar, sendirian, tanpa berkumpul dengan makhluk-makhluk abstrak sialan itu, mencoba untuk telepas dari belenggu bodoh yang masih saja mengekangku.
Pada akhirnya, menyeretku untuk mendatangi tempat yang selama ini terus aku hindari, demi menjaga untuk terhindar dari masalah.
Perlahan Bar kecil milik temanku, Mr. Moron, menjadi tempat ternyaman dan menarik. Jazz acoustic, solo piano, dan band indie-nya sukses menghiburku.
Ya, meskipun kukatakan sukses membuatku lupa, namun tetap saja, itu takkan berlangsung lama. Ketika aku pulang, memasuki surga terindahku, kau juga ikut memaksa masuk. Aku sudah lelah berusaha melupakan apa yang kurasa pantas untuk dilupakan. Aku sudah muak dengan semua ini, aku muak dengan wajahmu yang terus saja masuk kedalam pikiran. Itu yang logika ku katakan, tapi kenapa hati malah dengan senang hati membiarkannya? Sudah cukup kiranya semua beban ini bagiku. Meskipun kau benar perihal aku yang egoist, tapi kau juga pernah mengatakan “Tak masalah, aku yakin nanti kau akan berubah.” Lalu untuk apa itu kau ucapkan, apa itu sejenis omong kosong?
Kenapa?
Kenapa untuk mengucapkan selamat tinggal dan mengikhlaskanmu bisa jadi sesulit ini? Padahal aku tau, dan melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri, bagaimana kau tertawa, dan bahagia saat ini.
Aku juga telah katakan padamu bahwa aku tak ingin melihat wajahmu lagi, karna kurasa itu tak perlu. Tapi hatiku malah meronta meminta kita untuk bertemu.
Sial. Kau benar-benar buah Quldi penuh duri yang terlarang untukku cicipi.

0 komentar:
Posting Komentar