“Serigala adalah lengkungan jurang, monster buangan dan kehancuran.” –Theodore Roosevelt–
Aku pernah menulis tentang serigala ini sebelumnya, tapi kali ini sedikit berbeda. Aku tidak terlalu ingat saat itu aku membahas bagian mana, aku juga malas memeriksa satu persatu postingan blog ini, meskipun tak seberapa.
Serigala sering sekali diangkat dalam beberapa cerita. Di Eropa serigala juga masuk dalam urban legend mereka, werewolves, atau Lycantrophe. Mitosnya menceritakan tentang seseorang yang mampu bermetamorfosis menjadi serigala saat bulan purnama.
Tidak hanya sebagai urban legend, serigala juga menjadi gambaran kepemimpinan. Hal ini dikarena serigala merupakan hewan yang hidup berkelompok dengan satu serigala alpha sebagai pemimpinnya, dimana alpha ini akan bertanggung jawab atas kelompok yang dia miliki. Bertarung, menjaga, menentukan tujuan, sepertinya itu semua dilakukan oleh serigala alpha dengan bantuan beberapa serigala jantan lain.
Serigala sering digambarkan sebagai hewan yang sangat berwibawa, sama halnya dengan panther. Keduanya dianggap sebagai The Noble atau bangsawan diantara hewan lainnya.
Namun kebangsawanan ini tak serta merta membuat mereka menjadi penguasa. Karna satu dan lain hal, singa dianggap menjadi raja hutan. Namun, bangsawan tetaplah bangsawan, terkadang sama seperti didunia manusia, bangsawan jauh lebih dihormati dibanding sang Raja yang sebenarnya. Raja menjadi simbol kekuasaan dan kekuatan, mereka ditakuti. Tapi tak jarang pemilik kekuasaan hanya ditakuti, tidak dihormati, sering dicaci, dan kadang diharapkan untuk mati. Sementara bangsawan, lebih menggambarkan kedudukan yang tinggi dan dihargai. Hal ini cocok untuk keduanya, baik untuk Serigala, ataupun untuk Singa.
“Singa mungkin memang raja hutan, tapi serigala tak pernah bermain sirkus.” Hal ini kembali menegaskan bahwa persepsi kebangsawanan, lebih kuat dan berharga dari pada kekuasaan. Faktanya berkata demikian, meski singa merupakan raja hutan, tidak sedikit Raja hutan yang menjadi tontonan sirkus. Kehilangan harga diri, dan taring yang ditakuti.
Serigala mengajarkan, kemampuanmu memimpin dan mengarahkan kelompokmu, akan lebih membuatmu disegani, dari pada kekuatan yang membuat kau ditakuti. Orang yang takut kadang mengeluarkan kekuatan terpendamnya untuk membalas, ketakutan akan memicu terjadi pemberontakan, dan pemberontakan mengantarkan pada kehancuran.

0 komentar:
Posting Komentar