Kemarin, 28 April 2023, sekitar pukul 21.43 WIB. Cuaca Pekanbaru terasa cukup lembab usai diguyur hujan sore selumbari, tapi dunia terasa begitu hangat. Sebuah paket pre-order yang sudah dinanti selama kurang lebih sembilan bulan, akhirnya tiba ditanganku. Hahaha
Suara bisingnya yang justru membuat tersenyum menggema dalam ruangan seluas kurang lebih 4x4 m2 itu. Dia, yang sejak jauh hari sudah kuprediksi, hadir, sebagaimana yang kami harapkan.
Halo gadis kecilku, selamat datang dimuka bumi ini, dan terima kasih sudah melengkapi duniaku dan menyempurnakan ibumu. Mulai hari ini, kamu adalah Hafshah Hariko, putri dari Harry Putra dan Sri Kukuh Larasati. Terima kasih, alhamdulillahi robbil ‘alamin ya Allah atas nikmat yang engkau karuniakan pada hambamu yang dosanya sebanyak buih di lautan ini.
Usai mendengar nama putriku, para sanak saudara dan teman mulai memikirkan maksud dari nama belakangnya. Hariko?
Ada yang bilang “Hariko” terdengar “Jepang” sekali. Ada yang bilang “Hariko” terkesan “Minang” sekali dan artinya adalah “hari ini”. Keduanya diasosiasikan dengan latar belakangku yang memang seorang putra Minangkabau, dan seseorang yang pernah mengajar Bahasa Jepang.
Tidak salah. Keduanya sangat tepat.
Aku memilih Hafshah sebagai namanya dengan harapan dia akan setangguh Hafshah binti ‘Umar kelak, baik dari segi agama maupun kemampuannya.
Lalu bagaimana dengan “Hariko”?
Hariko adalah satu kata yang memiliki arti nyaris sama dalam dua Bahasa yang berbeda. Bahasa Minang dan Jepang. Hariko dalam Bahasa minang, dapat berarti “ini miliknya Harry”, namun karena tidak memungkinkan untuk kutulis Harry, maka kualihkan menjadi Hari saja. Sementara dalam Bahasa Jepang diambil dari kata ハリの子 (Harry no ko) dan memiliki arti “anaknya Harry”.
Ah, iya. Selain itu, Hariko juga perpaduan namaku dan istriku, hanya saja dengan sedikit penyesuaian. Hari adalah namaku (Harry) dan Ko untuk ibunya, Kukuh, yang dalam Bahasa Indonesia biasanya ditulis Kokoh.
Harapanku anak keturunanku akan menjadi pribadi yang tangguh. Yang senantiasa berada diatas Qur’an dan Sunnah agar dapat menjadi pahala jariyah bagi abinya ini, seseorang yang sudah tidak bisa lagi dihitung dosa dan kesalahannya.
Hafshah, jadilah sosok yang membantu Abi untuk terus memperbaiki diri. Dan Kukuh. Thank you for everything. I apologize if I am not providing you with the life you ever wanted.

0 komentar:
Posting Komentar